Sabtu, 20 Oktober 2012

TAWURAN PELAJAR


Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.

DAMPAK PERKELAHIAN PELAJAR
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.

PANDANGAN UMUM TERHADAP PENYEBAB PERKELAHIAN PELAJAR
Sering dituduhkan, pelajar yang berkelahi berasal dari sekolah kejuruan, berasal dari keluarga dengan ekonomi yang lemah. Data di Jakarta tidak mendukung hal ini. Dari 275 sekolah yang sering terlibat perkelahian, 77 di antaranya adalah sekolah menengah umum. Begitu juga dari tingkat ekonominya, yang menunjukkan ada sebagian pelajar yang sering berkelahi berasal dari keluarga mampu secara ekonomi. Tuduhan lain juga sering dialamatkan ke sekolah yang dirasa kurang memberikan pendidikan agama dan moral yang baik. Begitu juga pada keluarga yang dikatakan kurang harmonis dan sering tidak berada di rumah.
Padahal penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu. Terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks, meliputi faktor sosiologis, budaya, psikologis, juga kebijakan pendidikan dalam arti luas (kurikulum yang padat misalnya), serta kebijakan publik lainnya seperti angkutan umum dan tata kota.
Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, mereka bangga kalau dapat melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya.

TINJAUAN PSIKOLOGI PENYEBAB REMAJA TERLIBAT PERKELAHIAN PELAJAR
Dalam pandangan psikologi, setiap perilaku merupakan interaksi antara kecenderungan di dalam diri individu (sering disebut kepribadian, walau tidak selalu tepat) dan kondisi eksternal. Begitu pula dalam hal perkelahian pelajar. Bila dijabarkan, terdapat sedikitnya 4 faktor psikologis mengapa seorang remaja terlibat perkelahian pelajar.

1. Faktor internal. Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak. Situasi ini biasanya menimbulkan tekanan pada setiap orang. Tapi pada remaja yang terlibat perkelahian, mereka kurang mampu untuk mengatasi, apalagi memanfaatkan situasi itu untuk pengembangan dirinya. Mereka biasanya mudah putus asa, cepat melarikan diri dari masalah, menyalahkan orang / pihak lain pada setiap masalahnya, dan memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah. Pada remaja yang sering berkelahi, ditemukan bahwa mereka mengalami konflik batin, mudah frustrasi, memiliki emosi yang labil, tidak peka terhadap perasaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri yang kuat. Mereka biasanya sangat membutuhkan pengakuan.

2. Faktor keluarga. Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada anak. Anak, ketika meningkat remaja, belajar bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya, sehingga adalah hal yang wajar kalau ia melakukan kekerasan pula. Sebaliknya, orang tua yang terlalu melindungi anaknya, ketika remaja akan tumbuh sebagai individu yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya yang unik. Begitu bergabung dengan teman-temannya, ia akan menyerahkan dirnya secara total terhadap kelompoknya sebagai bagian dari identitas yang dibangunnya.

3. Faktor sekolah. Sekolah pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya menjadi sesuatu. Tetapi sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya. Karena itu, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar (misalnya suasana kelas yang monoton, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran, tidak adanya fasilitas praktikum, dsb.) akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Baru setelah itu masalah pendidikan, di mana guru jelas memainkan peranan paling penting. Sayangnya guru lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang sebenarnya juga menggunakan cara kekerasan (walau dalam bentuk berbeda) dalam “mendidik” siswanya.

4. Faktor lingkungan. Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Misalnya lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang berperilaku buruk (misalnya narkoba). Begitu pula sarana transportasi umum yang sering menomor-sekiankan pelajar. Juga lingkungan kota (bisa negara) yang penuh kekerasan. Semuanya itu dapat merangsang remaja untuk belajar sesuatu dari lingkungannya, dan kemudian reaksi emosional yang berkembang mendukung untuk munculnya perilaku berkelahi.


Kamis, 11 Oktober 2012

ILMU SOSIAL DASAR


1. DEFINISI INDIVIDU

 Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayahibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.   

   Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.

   Berkaitannya antar individu dengan individu lainnya, maka menjadi lebih bermakna manusia apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampao pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat.

   Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan.




2. DEFINISI KELUARGA IDEAL

Tipe keluarga ideal
            Ada beberapa tipe keluarga ideal yakni keluarga inti yang terdiri dari suami,istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, dimana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.: Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.

Peranan keluarga ideal
            Peranan keluarga ideal menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga ideal didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga ideal adalah sebagai berikut :
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Tugas keluarga ideal
Pada dasarnya tugas keluarga ideal ada delapan tugas pokok sebagai berikut:

   1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
   2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
   3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan
       kedudukannya masing-masing.
   4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
   5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
   6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
   7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih
       luas.
   8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Fungsi Keluarga ideal
Fungsi yang dijalankan keluarga ideal adalah :
1.Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan  sebagai generasi selanjutnya.
9.Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.



3. DEFINISI MASYARAKAT

  Masyrakat berasal dari bahasa arab yaitu musyarak. Masyarakat memiliki arti sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau terbuka. Masyarakat terdiri atas individu-individu yang saling berinteraksi dan saling tergantung satu sama lain atau di sebut zoon polticon. Dalam proses pergaulannya, masyarakat akan menghasilkan budaya yang selanjutnya akan dipakai sebagai sarana penyelenggaraan kehidupan bersama. Oleh sebab itu, konsep masyarakat dan konsep kebudayaan merupakan dua hal yang senantiasa berkaitan dan membentuk suatu sistem.

Arti Definisi / Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
              
               Dari pengertian-pengertian di atas, dapat di lihat bahwa masyarakat merupakan organisasi manusia yang selalu berhubungan satu sama lain dan memiliki unsur-unsur pokok sebagai berikut
Orang-orang dalam jumlah relatif besar saling berinteraksi,baik antara individu dengan kelompok maupun antarkelompok sehingga menjadi satu kesatuan sosial budaya.
Adanya kerja sama yang secara otomatis terjadi salam setiap masyarakat, baik dalam skala kecil (antarindividu) maupun dalam skala luas (antarkelompok). Kerja sama ini meliputi berbagai aspek kehidupan seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. Ada dua macam wilayah yang oleh Robert Lawang di sebut satuan administratif (desa-kecamatan-kabupaten-provinsi), dan satuan teritorial (kawasan pedesaan-perkotaan).
Berlangsung dalam waktu relatif lama, serta memiliki norma sosial tertentu yang menjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
             Konsep masyarakat tidak berdiri sendiri,tetapi erat hubungannya dengan lingkungan. Hal tersebut beraarti bahwa ketika seseorang berinteraksi dengan sesamanya, maka lingkungan menjadi faktor yang mempengaruhi sikap-sikap, perasaan, perlakuan dan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya. Misalnya : lingkungan keluarga, para remaja yang sebaya, lingkungan kerja dan kampus. Di masimg-masing lingkungan itulah ia akan termasuk sebagai anggota kelompoknya. Oleh karena itu, ia dapat menyertakan, memainkan sifat dan kehendak anggota kelompoknya bahkan kadang-kadang menciptakan, meminjam, meniru dan memperkenalkan perilaku yang berbeda dalam masyarakat.



4. PERMASALAHAN YANG TERJADI DALAM KELUARGA DI MASYARAKAT

 Masalah dalam keluarga sangat kompleks, sehingga penanganannya harus dilakukan secara seksama, secara baik-baik, dan harus dengan hati. Banyak keluarga yang membiarkan masalah kecil, padahal jika dibiarkan masalah itu bisa semakin membesar.
   Salah satu masalah yang sering terjadi dalam keluarga adalah masalah anak-anak. Jika terjadi, jangan buru-buru menyalahkan anak, telaah dulu akar masalahnya, telaah pula hubungan Anda selau orangtua dengan anak-anak. Karena bisa jadi, anak bermasalah akibat terganggunya hubungan mereka dengan orangtua, maupun hubungan antara ayah dan ibu mereka. Yang terpenting, gunakan hati dalam menyelesaikan masalah anak-anak.
   Di dalam keluarga, banyak sekali ranjau yang tersebar. Untuk itu kita harus waspada. Jangan sampai ranjau-ranjau tersebut menghancurkan keharmonisan keluarga, dan mengganggu pertumbuhan anak. Keluarga harus bisa memberikan rasa aman dan berharga dalam diri anak-anak. Kalau tidak, mereka akan mencari rasa aman dan bahagia di luar rumah. 
   Masalah lain yang sering muncul dalam keluarga adalah masalah ekonomi atau uang. Kita mengakui bahwa dalam menjalani kehidupan kita perlu uang. Tapi ingat, uang juga bukan segalanya. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jangan manjakan anak dengan uang. Jangan menganggap semua masalah dalam keluarga bisa diselesaikan dengan uang. Orangtua perlu mengajarkan tentang uang kepada anak, apa arti uang. Tujuannya adalah agar anak tidak mendewakan uang, juga tidak meremehkan uang.
   Sediakanlah hati Anda untuk keluarga. Dengan demikian setiap masalah dalam keluarga akan bisa teratasi dengan baik. Dengan hati, masalah dalam keluarga akan bisa diselesaikan bukan karena kemampuan seseorang, melainkan karena adanya komitmen bersama.




Jumat, 11 Mei 2012

Geng Motor

Bagaimana kabarnya dengan geng motor sekarang ini ya? Sepertinya akhir-akhir ini sudah jarang ada kabar besar tentang kebrutalan geng-geng jalanan ini, semoga saja keadaan ini tetap terjaga sampai di masa depan nanti, Anda setuju? Jangan sampai masyarakat yang mana juga merupakan pengguna jalan umum, menjadi resah ketika mereka sedang berada di jalanan karena keberadaan geng motor di era sekarang sudah mengalami kebrutalan.

Melihat sekilas tentang dunia geng motor dari beberapa sumber, sepertinya memang perhelatan di dalam dunia geng motor memang tidak mudah, ada banyak sekali masalah di dalam dunia motot liar tersebut. Masalahnya tidak hanya datang dari aksi-aksi yang mereka perbuat, tetapi juga berasal dari dalam keorganisasian suatu geng motor itu sendiri. Tapi anehnya, kenapa masih banyak generasi muda yang joinan sama mereka ya?

Setelah saya membaca berbagai artikel geng motor, ternyata salah satu alasan kenapa sekarang ini ada banyak generasi muda yang joinan sama preman jalanan ini adalah karena biasanya ada suatu kesamaan diantara masing-masing anggotanya. Seperti misalnya kesamaan hobi atau berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh generasi muda tersebut, karena mereka membutuhkan dukungan maka tidak heran jika joinandengan geng motor untuk mengurangi beban permasalahan yang mereka hadapi.

Tapi yang menjadi pusat perhatian saya mengenai geng motor ini adalah, tentang kenapa mereka masih dan terus saja menambah permasalahan dalam kehidupan setiap anggotanya? Apakah ada keuntungan tersendiri ketika geng motor ini melakukan berbagai aksi kebrutalan di jalanan? Dan apakah dari geng motor ini mereka tidak memikirkan akan nasib masa depan mereka? Ini benar-benar membuat saya penasaran.

Tentu kita sudah sering mendengar kabar tentang berbagai aksi kebrutalan dari geng-geng motor yang ada sekarang ini, tidak jarang ada saja nyawa yang melayang sia-sia karena aksi-aksi brutal mereka, sebenarnya apa sih yang sedang mereka pikirkan ketika itu? Hanya agar terlihat keren atau kuat, apakah itu tujuan geng motor yang ada sekarang ini?

Tapi jika kita mau sedikit berpikir, apakah dari terlihat keren atau kuat tersebut kita bisa menjadi lebih aman? Pernah dengar kalimat: “Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya”? Bukankah jika kita semakin terlihat keren atau kuat dengan joinan geng motor justru semakin banyak juga masalah yang kita hadapi, terlebih geng motor merupakan suatu kelompok yang berani melawan hukum, itu berarti sama saja kita menjadi seorang ‘buronan’, kalau begitu mana hidup kita bisa tenang?

Sampai kapan pun, jika suatu geng motor masih tetap saja berani melawan hukum, maka selama itu juga geng tersebut merupakan musuh! Memangnya siapa sih yang ingin hidupnya ada banyak musuh? Bukankah lebih baik jika kita mempunyai lebih banyak kawan? Karena dengan kawan kita bisa hidup sesuai apa yang kita inginkan dan juga sesuai dengan ‘etika’ kehidupan yang ada, yang mana juga akan membuat orang lain lebih tenang.

Kita boleh saja membuat suatu perkumpulan di dunia motor, tapi jika dari perkumpulan tersebut hanya untuk merusak seperti yang dilakukan oleh geng motor, maka siap-siap saja perkumpulan Anda itu ‘digusur’. Tidak mau kan jika sudah capek-capek ngumpulin masa, tapi pada akhirnya digusur juga?

Jadi kalau memang tidak ingin punya banyak masalah, tidak usahlah joinan sama geng motor, karena ketika kita sudah memasuki dunia tersebut maka kita juga sudah membuat suatu permasalahan baru. Untuk itu, buatlah geng motor yang bermanfaat saja untuk orang lain, karena ketika kita memberikan kebaikan kepada orang lain, maka di masa depan nanti kita pasti akan menerima kebaikan pula.


http://www.iprasblog.com/dunia-geng-motor-itu-berat-serta-banyak-masalah/588

Menurut saya,
Sebenarnya perkumpulan itu baik asal didasarkan dengan hal-hal positif dan tingkah laku yang bermoral, karena dengan adanya hal-hal tersebut, perkumpulan / geng tersebut akan terbawa kehal yang benar. tetapi sudah terlalu banyak geng-geng motor yang menyalagunakan arti dari suatu perkumpulan yang mempunyai hoby yang sama.

Sunda Land





Menurut Teori Antropologi, Bangsa Melayu berasal dari percampuran dua bangsa, yaitu Proto Melayu danDeutero Melayu. Proto Melayu adalah ras Mongoloid, diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar tahun 2500-1500 SM, kemungkinan mereka berasal dari daerah : Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau Kepulauan Taiwan.
Sementara Bangsa Deutero Melayu berasal dari dataran Asia Tengah dan Selatan, yang datang ke Nusantara pada sekitar tahun 300 SM. Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu membawa pengaruh budaya India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara.
Proto Melayu dan Sundaland
Sebagaimana kita pahami bersama, setelah terjadi Peristiwa Bencana Nabi Nuh pada sekitar tahun 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu), semua peradaban di bumi hancur dan yang tinggal hanya Keluarga Nabi Nuh beserta pengikutnya.
Sekelompok pengikut Nabi Nuh yang selamat, kemudian membangun peradaban di kawasan Sundaland. Di kemudian hari, di sekitar Sundaland menjadi sebuah Pusat Peradaban, yang dikenal sebagai Peradaban Atlantis.
Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan PlatoPeradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).
Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, ada sekelompok kecil dari bangsa Atlantis yang mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu.
Teori Out of Sundaland
Keberadaan Peradaban di Sundaland, dikemukakan Profesor Aryso Santos dari Brasil, melalui bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Di dalam bukunya itu, Profesor Santos menyatakan, Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.
Sebelumnya pada tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku berjudul,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland pernah menjadi suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, dan para penghuninya mengungsi ke mana-mana (out of Sundaland), yang pada akhirnya menurunkan ras-ras baru di bumi.
Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore ataumitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan permukaan laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang laludan telah menenggelamkan Sundaland. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan permukaan laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundalandmenyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi.
Dukungan bagi hipotesis Oppenheimer (1998), datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya, melalui jurnal berjudul “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008, yakni pada makalah berjudul “Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).
Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland, yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.
Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya permukaan laut di wilayah ini, dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur (New Guinea dan Pasifik), dan ke barat (daratan utama Asia Tenggara), terjadi dalam masa sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E (Note : mungkin yang dimaksud haplogroup O), yang merupakan komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnyaSundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.
Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania, pada sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 14.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini (Sumber : mail-archive).

Sumber :
http://kanzunqalam.wordpress.com/2011/03/09/sejarah-melayu-teori-sundaland-dan-naskah-wangsakerta/


Menurut saya ,
Sejarah akan sunda land merupakan sejarah yang memiliki beberapa misteri-misteri yang sampai saat ini beberapa orang mencari kebenarannya yang secara nyata.

Atlantis Land

Pada catatan Timeus disebutkan bahwa Atlantis adalah sebuah negara kepulauan yang dimana kekuasaan daerah Atlantis seluas Libya ditambah Asia Kecil. Negara Atlantis berada di sebuah pulau yang menguasai pulau-pulau lain dan sebagian benua. Jadi menurut rakyat jelata bukan pulau yang di tempati negara Atlantis yang luas tapi luas kekuasaannya seperti halnya Majapahit pada abad ke 13. Majapahit di jamannya hanya seluas jawa timur + jawa tengah + Madura tetapi kerajaan-kerajaan yang tunduk di bawah kekuasaan majapahit bila di gabungkan sebesar nusantara + malaysia + filipina +thailand.
Bila kita lihat dari hasil gambaran jaman es ketika paparan sunda belum tenggelam, masih menunjukkan area yang patut di duga negeri Atlantis berupa benua Asia berbatasan dengan pulau-pulau besar seperti sulawesi, gabungan irian + australia serta kepulauan filipina, gambaran geografis tersebut menunjukkan bahwa di area itu merupakan geografis kepulauan.

Plato menyebutkan Athena berperang dengan raja-raja Atlantis, berarti ada gabungan dari beberapa kerajaan yang sedang berperang dengan Athena. Berarti perang yang terjadi mirip seperti perang troya yang memunculkan legenda kuda troya, dimana kerajaan troya di keroyok oleh gabungan kerajaan-kerajaan di Yunani tetapi menggunakan satu bendera. Jadi ada kemungkinan Athena dalam suasana akan diserang oleh kerajaan-kerajaan yang bergabung dalam bendera ATLANTIS

Atlantis hancur karena bencana, bila kita baca dari catatan tersebut ada hujan lebat di iringi gempa bumi dan kemudian muncullah air bah. Kejadian tersebut mirip dengan catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa : Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara.Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula, Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera ( Letusan Gunung Krakatoa Purba ). Tulisan mengenai letusan gunung krakatau purba berasal dari abad ke 4 ( empat ) tetapi apakah tulisan ini menggambarkan kejadian abad ke 4 (empat) atau menceritakan kejadian masa lampau yang telah lama terjadi bagaimana sumatra dan jawa bisa terpisah. Letusan gunung Krakatau juga pernah terjadi pada jaman es dan letusan krakatau di tambah gunung toba merupakan salah satu faktor yang patut di duga menimbulkan berakhirnya jaman es ( abad 6 SM ). Plato menceritakan berakhirnya era Atlantis karena bencana setelah terjadi 9000 tahun kalender mesir (6 SM), apakah tulisan jawa kuno itu juga menceritakan sesuatu yang telah berlalu lama mengenai terpisahnya jawa dan sumatra. Karena paparan sunda dan selat sunda yang yang masih berupa daratan akhirnya tenggelam pada masa berakhirnya jaman es. Pada saat tersebut jawa, sumatra, semanjung malaysia kalimantan masih bergabung dengan benua asia( paparan sunda ) sedangkan irian dan Auatralia menjadi satu daratan.

Banyak sejarahwan yang masih meragukan keberadaan Atlantis di kawasan Paparan Sunda karena tidak banyak bukti sejarah berupa artefak, bangunan dan bukti fisik lainnya yang menunjukkan bahwa peradaban di asia tenggara pernah begitu maju di jamannya. Sebetulnya apabila menggunakan logika terbalik, dimana Atlantis itu paparan Sunda yang tenggelam berarti bukti-bukti sejarah itupun ikut tenggelam. Apabila di cari di daratan yang masih tersisa maka yang di temukan adalah peradaban yang berkembang setelahnya, karena banyak peradaban berkembang di dunia berada di area yang dekat pesisir /sungai (tidak jauh dari pantai / sungai). Sedangkan area pesisir itu sekarang menjadi lautan yang di kenal laut jawa. Berarti untuk menemukan bekas-bekas Atlantis yang di duga di paparan sunda maka laut jawa harus di teliti.

Ketika saya berdialog dengan beberapa teman mengenai Atlantis patut di duga berada di paparan sunda, mereka tidak percaya karena masyarakat dari sisa daratan paparan sunda yang tidak tenggelam seperti Jawa, Sumatra, Semenanjung Melayu,dan Kalimantan menunjukkan bercirikan agraris. Sebetulnya banyak individu lupa akan lagu nenek moyang ku seorang pelaut dan relief kapal candi borobudur, bahkan “Buku “Penjelajah Bahari, Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika”, karya Robert Dick-Read, terbitan Mizan (juni 2008), membawa angin segar terhadap bukti-bukti arkeologis tentang peranan pelautIndonesia kuno dalam memajukan perdagangan dunia. 4000 tahun lalu, jejak pelautIndonesia terekam di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Dengan ditemukannya sisa-sisa kambing di situs pemukiman Pulau Timor, menjadi bukti perdagangan pelaut Austronesia dengan Timur tengah dan kemungkinan kuat menggunakan kano atau perahu untuk pengangkutannya. Dimana pelaut-pelaut nusantara telah lama mengarungi lautan dan menemukan pulau-pulau eksotis, seperti Kilwa, Lamu, dan Zanzibar, madagaskar, tanjung harapan jauh sebelum bangsa Arab ataupun Shirazi. Bahkan orang jawa terkenal dengan kapal besar / bahtera berbobot 1000 ton yg dipanggil jung (jenis kapal ini punah stelah Belanda memonopoli perdagangan dan melakukan penjajahan), kapal jung ini menjadi dekap kagum bangsa portugis karena kapal laut terbesar mereka bagaikan bukan kapal laut bila di sandingkan dengan bahtera kapal jung bangsa jawa. Semasa keemasan Sriwajaya, ada pengangkutan emas dari Afrika ke Sumatraitu kenapa sumatra dikenal dengan SwarnaDwipa. Pelaut Indonesia juga berhubungan erat dengan kerajaan Romawi dan Yunani Kuno, dengan sebuah pertanyaan ganjil, mengapa rempah-rempah berupa kayu manis (cassia) atau Cinnamun dan lada bisa sampai ke mediterania setelah pemindahan muatan di Horn of Africa? Robert Dick-Read menulis dalam buku’nya”. Bangsa ini menjadi mantan bangsa pelaut karena politik penjajahan bangsa Belanda yang memonopoli perdagangan dengan hanya kapal Belanda yang berkenan mengangkut hasil bumi.

Yang rakyat jelata bayang-bayangkan ini bukan fakta sejarah mengenai keberadaan bangsa Atlantis di paparan sunda, hanya menghubung-hubungkan dari catatan Plato dengan kharakteristik dan apa yang di ketahui rakyat jelata mengenai sejarah bangsa ini. Banyak buku yang terbit mengenai Atlantis berasal dari terawangan para pemikir terhadap catatan Plato bukan dari bukti-bukti fisik yang di temukan. Atlantis masih menjadi perdebatan di dunia, keberadaannya banyak di klaim di berbagai tempat. Biarkan waktu yang menjawab dimana keberadaannya.






sumber : http://galeriartikel2010.blogspot.com

Sabtu, 07 April 2012

MANUSIA DAN MORAL

Cinta kasih
   Adalah perasaan yang dimiliki tiap orang dimana perasaan itu merupakan perasaan sayang cinta suka belas kasih yang sangat mendalam pada seseorang
Walaupun cinta dan kasih memiliki arti yang sama namun cinta kasih yang merupakan gabungan dari keduanya memperkuat perasaan cinta tersebut disertai denga rasa kasih.
Unsur cinta meliputi

  • Keterikatan dimana kedua manusia saling terikat atau memiliki hubungan satu dengan lainnya
  • Keintiman dimana kedua manusia tersebut telah memiliki hubungan yang dekat antara satu dengan lainnya
  • Kemesraan dimana kedua manusia tersebut sling mengungkapkan rasa sayang mereka
Kasih sayang
   Adalah suatu perasaan yang dimiliki oleh tiap manusia yang merupakan perasaan menyayangi menghargai melindungi dengan penuh kasih. Mengasih kasih sayang bersifat universal.
Macam macam cinta kasih dari orangtua
Kasih sayang yang diberikan orang tua pada anaknya sangat banyak dan tak terhitung sejak dari dalam kandungan
Dari menjaga anaknya yang berada dalam kandungan, bayi kecil yang tidak bisa berbuat apa apa, balita yang tidak mengerti apa apa, anak anak yang harus dijaga, remaja bahkan sampai anaknya dewasa pun orang tua masih menyayanigi dan menjaga anaknya, karena itu dikatakan budi orang tua tidak bisa habis kita balas. Orang tua menjaga melindungi menyayangi mendidik, membina, membantu dan sebagainya
Contoh kasih sayang
  • Sebuah kisah dimana seorang ibu yang memotong dagingnya untuk dimakan oleh anaknya karena mereka tidak memiliki makanan
  • kisah seorang ayah yang menghisap jari jempol anak nya yang membusuk dan bernanah agar anaknya tidak merasa kesakitan lagi
  • kisah dimana seorang kakak yang meninggal demi melindungi adiknya dari buaya atau hewan buas.
 

Contoh nilai-nilai Warisan Kultural

Keris Dalam Budaya Masyarakat Madura

    Selama ini masyarakat luas mengenal pulau Madura hanya dari aspek kebudayaan yang berupa kerapan sapi dan carok. Kerapan sapi dianggap sebagai ikon masyarakat madura di bidang hiburan dan seni pertunjukan, sedangkan carok dianggap sebagai sebuah aktifitas masyarakat yang berkaitan dengan kepribadian umum masyarakat Madura. Masyarakat Madura dikenal juga sebagai etnis yang religius dan menampilkan kesan kelompok masyarakat yang fanatik terhadap agama yang dianut dan diyakininya.
    Sebenarnya masyarakat Madura hidup dengan aspek budaya yang unik, karena didalam kehidupan masyarakat Madura sendiri memiliki pola dan pandangan hidup yang berbeda-beda. Secara administratif pemerintahan, Madura dibagi menjadi empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Walaupun secara garis besar suku bangsa mereka sama-sama berasal dari suku bangsa Madura, namun masyarakat di masing-masing kabupaten didalam aktifitas kesehariannya memiliki corak dan khas yang berbeda-beda.
Sumber : http://fallingmeteorite.wordpress.com/
               http://davisrockers89.blogspot.com/2012_04_01_archive.html

PERUBAHAN KEBUDAYAAN

A.  Pengertian manusia

Menurut Wikipedia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
Dari segi biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Dari segi kerohanian, manusia dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Dalam antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Menurut para ahli :
  1. I Wayan Watra : manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
  2. Sokrates : ia mengartikan manusia secara fisik yaitu manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
B. Kepribadian Bangsa Timur
   Lazimnya bangsa didunia ini dibagi menjadi 2, yaitu bangsa barat dan bangsa timur.Indonesia merupakan satu dari sekian banyak bangsa yang disebut bangsa timur.Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadian yang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.
Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan  oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.Kepribadian suatu bangsa dapat dilihat dari ideology bangsa tersebut.Sistem ideologi yang ada biasanya meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pemberi arah  dan pengontrol  perilaku manusia atau masyarakat agar sesuai dengan kepribadian bangsa yang sopan, santun, ramah, dan tidak melakukan hal – hal yang dapat mencoreng kepribadian bangsa. Dapat dikatakan bahwa  masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.Tidak sedikit perbedaan antara bangsa barat dan bangsa timur. Dilihat dari cara berpakaian, berkata, tingkah laku, cara makan dan sebagainya.dalam hal berpakaian dapat dikatakan bangsa timur lebih tertutup dibangding bangsa barat. Begitu jiga dalam hal tingkah laku, bangsa timur lebih halus dibanding bangsa barat.

C. Kebudayaan
   Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Menurut para tokoh :
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.Melville J. Herskovits dan Bronislow Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
   Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

D. Perubahan Kebudayaan
   Di zaman globalisasi ini, perubahan kebudayaan merupakan hal yang wajar.Hampir semua kebudayaan khususnya kebudayaan timur mulai luntur.Pengertian perubahan kebudayaan itu sendiri adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Contoh sederhana dari perubahan kebudayaan masyarakat timur yaitu dari cara berpakaian, cara tutur kata dan tingkah laku hingga jenis makanan.
Perubahan kebudayaan terjadi disebabkan oleh adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
Berdasarkan informasi yang didapat, berikut adalah faktor-faktor  yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan :
a)    Mendorong perubahan kebudayaan
i.          Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
ii.        Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
iii.       Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
b)    Menghambat perubahan kebudayaan
i.          Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
ii.         Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tua yang kolot.
Ada juga  faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
  1. Faktor Internal
- Perubahan Demografis
- Konflik Sosial
- Bencana Alam
- Perubahan Lingkungan Alam
2.  Faktor Eksternal
- Perdagangan
- Penyebaran Agama
- Peperangan
E.  Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
   Hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan.Kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.Manusa dan kebudayaan saling terikat satu dengan yang lain. Kebudayaan diciptakan manusia lalu kebudayaan itu sendiri yang mengatur manusia.Sehingga manusia dan kebudayaan meruoakan satu kesatuan.
Contoh hubungan manusi dan kebudayaan :
  • Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar suku batak dan suku padang. Menurut suku batak pihak yang melamar adalah laki-laki sedangkan menurut suku padang, pihak perempuan yang melamar.
  • Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang pilot berbeda dengan kepribadian seorang pegawai dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan waktu kebersamaan.
  • Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai
  • Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.  Selain itu dilihat dari cara merayakan  hari besar, setiap agama mempunyai keniasaannya masing -masing.
  • Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas social
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.


Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/ikaps-manusia-dan-kebudayaan/

;;